Tak Taat Aturan Persidangan, Eduardus Nahak,SH Nyaris Diusir Hakim. 

Foto diambil Saat Persidangan Berlangsung Senin, (04/01/21)

Atambua,Berita pagi.Id-Tidak patuhi aturan persidangan, kuasa hukum terdakwa calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka paket SBS-WT, Eduardus Nahak,SH nyaris diusir Majelis Hakim Olivia Taopan paska persidangan money politick berlangsung, Senin (04/01/21)

Agenda sidang pembacaan dakwaan dan pemeriksaan saksi dan terdakwa yang dipimpin oleh Hakim Ketua Gustav Bless Kupa, SH itu berlangsung panas.

Majelis hakim Olivia Taopan, nyaris mengusir kuasa hukum terdakwa.

Akibat kuasa hukum terdakwa Eduardus Nahak,SH dianggap salah dalam pembicaraan dan memotong pembicaraan majelis hakim.

Sementara itu saksi 1 (satu) Petrus Nahak Manek, selaku koordinator Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) Pilkada Malaka 2020 memberikan keterangan cukup jelas.

“Dalam keterangan saksinya Petrus mengaku, sudah melakukan klarifikasi kepada terdakwa dan terdakwa membantah jika itu money pooitik,”

Dalam klrifikasinya. Pertama terdakwa mengaku, bukan money politik akan tetapi dia berjudi dengan taruhan uang tunai 1,500.000 vs sapi, akan tetapi berdasarkan penyidikan tim Gakkumdu, selaku pelapor Herman Klau tidak memiliki sapi yang di maksudkan terdakwa.

Yang kedua, terdakwa mengaku uang tersebut dikirim anaknya dari malaysia melalui rekening istri namun dalam penyidikan, rekening koran tak ada kiriman yang masuk selama 6 bulan.

Sementara 4 saksi yang lainnya memberi keterangan bertolak belakang dengan terdakwa walau terdakwa membanta. Namun para saksi mengakui tujuan pemberiaan uang itu tujuan bukan untuk judi, akan tetapi faktanya tujuan utama untuk memilih paslon nomor 2 SBS-WT.

“Kata terdakwa uang itu boleh dipakai setelah tanggal 9 Desember 2020 setelah pemilihan”

Walau demikian terdakwa tidak mengakui keterangan saksi, yang mengakui uang tersebut money politik atau untuk dukung paslon nomor 2.

Terdakwa mengaku, uang itu miliknya. Akan tetapi ditanya hakim soal penghasilan terdakwa tidak menjawab dan tidak menyesali perbutannya.

Sementara bukti – bukti berupa foto pemberian uang dan keterangan yang ditanya JPU, terdakwa mengakui itu adalah dirinya.

Hakim Olivia Topan menjelaskan kami hakim punya nurani, jika terdakwa tidak mengaku perbuatan maka terdakwa diancam dengan pasal perjudian yang dimana hukumannya lebih berat.

“Bapa tidak mengakui atau tidak menyesali perbuatan bapa yah kami tidak bisa paksa, kami akan melihat dari fakta persidangan”

Jika bapa terdakwa mengakui perbuatan hal itu akan meringankan hukumannya.

Jika tak mengaku, kita perintahakn polisi dan jaksa untuk menangkap bapa untuk proses kasus perjudian.

Hingga sidang ditutup, terdakwa tak menyesali perbuatannya yang ditanya hakim ketua majelis.

Agenda sidang selanjutnya akan berlangsung pada besok 5/1/2021 dengan agenda pembacaan tuntutan.

Untuk diketahui, terdakwa Yanuarius Bria Seran dikawal ketaat oleh kepolisian polres Malaka, dan terdakwa langsung di tahan oleh Jaksa. (TIM)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *